
Artikel Psikologi
Penulis : Admin | 2022-07-08 05:19:02 Tweet
APAKAH KAMU SERING MENUNDA PENGERJAAN SESUATU? APAKAH KAMU SEORANG PROKRASTINATOR ? YUKS KITA CARI TAHU JAWABANNYA
Di luar pagar sekolah terdengar percakapan dua orang siswa Bernama Maman dan Mimin. Mimin bertanya ke Maman, “Man, sudah ngerjain PR Matematika yang kemarin dikasih?” Sambil tersenyum Maman menjawab, “Wah, PR yang itu ?, masih dikumpulin lusa kan ?. Santai aja.”. Waktu pun berlalu sampai di lusa pagi hari. Maman berkata ke Mimin, “Min, lihat PR Matematiknya donk, gue belum ngerjain!” Mimin pun menjawab, “Lah, kan sudah gue ingetin waktu itu, kenapa belum?” Maman menjawab, “Semalem udah niat ngerjain, eh ketiduran. Bangun-bangun udah Subuh, jadi nggak sempet lagi deh.”
Pernahkah kamu mengalami kejadian yang mirip Ketika duduk di bangku sekolah dulu? Atau jangan-jangan kamu sedang mengalaminya saat ini, dan seringkali terulang Kembali. Jika ya, apakah betul kamu seorang procrastinator? Apa sih prokrastinasi itu? Dari berbagai literatur, prokrastinasi dapat didefinisikan sebagai kecenderungan seseorang untuk menunda pengerjaan suatu aktivitas, hingga mendekati batas waktu. Sebagian orang mengatakan bahwa mereka justru bersemangat mengerjakan tugas Ketika mendekati deadline, atau seringkali disebut “The Power of Kepepet”. Namun sayangnya, tidak semua orang akhirnya mampu menyelesaikan tugas tersebut dengan optimal sesuai standar minimal. Bahkan, seringkali yang terjadi adalah terlambat dalam pengumpulan tugas, atau bahkan tidak mengumpulkan sama sekali.
Apabila dibiarkan, prokrastinasi aian membuat pelakunya tidak mampu mencapai hasil optimal, bahkan gagal dalam pendidikan maupun pekerjaan. Yuks, kita cari tahu mengapa bisa Sebagian dari kita terjebak dalam prokrastinasi.
1. Rendahnya keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri
Dalam psikologi, kita seringkali mendengar istilah efikasi diri yang artinya keyakinan seseorang bahwa dirinya mampu untuk menyelesaikan tugas tertentu. Rendahnya efikasi diri akan membuat seseorang menghindari tugas karena takut salah atau tidak bisa mengerjakan. Mereka akan menganggap bahwa menunda jauh lebih baik daripada salah mengerjakan atau mengalami kesulitan, hingga akhirnya tugas tersebut tidak pernah diselesaikan.
2. Gangguan (distraction)
Pernahkah kamu mengalami kejadian sudah membuka laptop, namun akhirnya justru focus pada WhatsApp Web, dan bukan mengerjakan tugas di Microsoft Office? Atau kamu justru membersihkan meja alih-alih membuka buku? Inilah yang dimaksud dengan distraksi. Individu yang lemah terhadap distraksi akan mudah mengalihkan perhatiannya pada hal-hal lain dibandingkan pada tugas utamnya. Ironisnya, mereka justru menganggap distraksi jauh lebih diprioritaskan diselesaikan dibandingkan dengan tugas utama mereka, hingga akhirnya tugas tersebut terbengkalai.
3. Faktor Sosial
Beberapa dari kita senang bersosialisasi dengan teman-teman, atau biasanya disebut”Konkow bareng, hang out, nongkrong bareng, diskusi bersama.” Bahkan bagi beberapa orang, hal ini menjadi kebutuhan utama, hingga menjadikan alokasi waktu bersosialisasi lebih dominan dibandingkan waktu pengerjaan tugas. Hal ini akan semakin diperparah jika lingkungan mendukung hal tersebut, sehingga sosialisasi dan diskusi Bersama seolah menjadi hal yang lebih diprioritaskan dibandingkan pengerjaan tugas. Apakah di tempatmu belajar maupun bekerja, hal ini sering terjadi?
4. Manajemen waktu yang buruk
Manajemen waktu yang buruk seringkali berhubungan dengan gagalnya menetapkan tujuan yang penting dalam hidup. Kita baru dapat Menyusun prioritas Ketika sudah mengetahui dengan jelas tujuan utama kita dalam beberapa waktu ke depan. Hal-hal yang mendukung pencapaian tujuan akan menjadi poin penting yang harus dikerjakan, sedangkan hal-hal yang menghambat pencapaian tujuan akan dinomorduakan. Orang-orang yang mampu melihat jelas tujuan hidup mereka umumnya akan lebih mampu membuat prioritas.
5. Kurangnya inisiatif pribadi
Pernahkah kamu mengerjakan sesuatu setelah figur otoritas menyuruhmu ?, sementara kamu tahu bahwa hal tersebut memang penting dikerjakan. Apabila hal ini sering terjadi, maka bisa jadi kamu kurang memiliki inisiatif pribadi. Individu yang mempunyai inisiatif tinggi berusaha mengerjakan sesuatu sebelum orang lain menyuruhnya. Sementara, individu yang rendah inisiatifnya seringkali baru mengerjakan sesuatu setelah disuruh orang lain. Kamu sendiri masuk golongan yang mana?
6. Kemalasan
Faktor terakhir yang membuat seseorang suka menunda pengerjaan tugas adalah malas. Malas artinya ketiadaan motivasi untuk melakukan sesuatu. Motivasi itu sendiri merupakan daya dorong untuk melakukan sesuatu demi mencapai tujuan. Kemalasan membuat seseorang yang tahu tujuan hidupnya enggan untuk melakukan sesuatu karena merasa lebih menikmati kondisi diam tanpa melakukan hal penting dalam waktu yang lama. Jadi, jika kamu malas hanya pada hari Minggu karena jenuh dengan rutinitas, hal tersebut tidaklah berbahaya. Namun, jika kamu malas dalam 24/7 (baca 24 jam sehari, 7 hari seminggu), inilah yang dinamakan “KEMALASAN”.
Jadi, bagaimana supaya kita tidak terjebak prokrastinasi ?
1. Tetapkanlah tujuan penting yang hendak kamu capai dalam hidupmu dalam beberapa waktu ke depan. Kalau tidak, kamu bagaikan perahu yang terapung di lautan lepas.
2. Tuliskanlah rencana Tindakan (action plan) yang membantumu dalam mencapai tujuan hidupmu. Jika tidak, distraksi akan menghambatmu melakukan hal-hal penting.
3. Buatlah situasi menyenangkan Ketika mengerjakan tugas, seperti kehadiran music, secangkir kopi, atau suasana nyaman saat pengerjaan tugas. Otakmu akan mengasosiasikan kenikmatan tersebut sebagai bagian dalam pengerjaan tugas.
4. Jangan buat pengerjaan tugas sebagai hal menyakitkan. Buanglah pandangan bahwa fokus harus selalu menghindari kenikmatan hidup. Toh banyak orang yang bekerja di depan gawai mereka sambili menyeruput kopi, mendengarkan musik, atau memilih tempat yang mendukung.
5. Hindarilah toxic person yang menyita waktumu untuk mencapai tujuan. Orang yang baik adalah orang yang paham bahwa kamu juga punya kepentingan dalam mengurus hidupmu.
6. Malaslah di waktu yang tepat! Malas itu sinyal bahwa kamu sedang jenuh, kurang motivasi, dan perlu selingan hidup. Buatlah rekreasi sebagai hal rutin di akhir minggu atau akhir bulan. Refreshing akan membuatmu Kembali termotivasi.
Oleh: Alabanyo Brebahama, M. Psi., Psikolog
Dosen Fakultas Psikologi Universitas YARSI
CO-Founder BPP Consultant
Referensi:
Balkis, M. (2013). Academic procrastination, academic life satisfaction and academic achievement: The mediation role of rational beliefs about studying. Journal of Cognitive and Behavioral Psychotherapies, 13(1), 57–74.
Sagita, D. D., Daharnis, D., & Syahniar, S. (2017). Hubungan Self Efficacy, Motivasi Berprestasi, Prokrastinasi Akademik Dan Stres Akademik Mahasiswa. Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik), 1(2), 43. https://doi.org/10.26740/bikotetik.v1n2.p43-52
Covey, S. R., & Covey, S. (2020). The 7 habits of highly effective people. Simon & Schuster.
Berikan KomentarS
Komentar